Jokowi Usul Radikalisme Diganti Manipulator Agama, Ini Kata Kemenag

Posted on

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi melempar wacana untuk mengubah istilah radikalisme dengan manipulator agama. Penggantian istilah tersebut dimaksudkan agar dapat mudah dipahami masyarakat.

Menanggapi wacana ini, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amir menilai penggunaan kata manipulator agama adalah tepat. Ia berpandangan, kata radikal kadang berbeda penangkapannya antara yang mengucapkan dan diucapkan.

“Radikalismen sering salah dipahami istilahnya tidak tepat yang mengucap dan diucapkan bisa saja berbeda, sehingga dengan penggunaan manipulator agama dapat dipahami mereka adalah yang memanipulasi agama dijadikan instrumen untuk menjustifikasi kekerasan,” kata Amir dalam diskusi FMB9 di Kantor Kemenkominfo, Senin (11/11/2019).

Menurut Amir, mereka yang pantas disematkan sebagai pemanipulator agama adalah yang ingin menggunakan agama untuk tujuan berbeda. Baik sebagai bentuk kekerasan, atau penghasutan secara ideologi yang bertentangan dengan falsafah negara.

“Jadi itu yang disebut manipulator agama, dia gunakan agama untuk tujuan yang bertentangan dengan agama itu sendiri,” jelas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *